Dandim Jogja : Panen Raya di Perkotaan, Peluang Wisata Baru Kota Yogyakarta

Yogyakarya - Apabila Anda berpikir bahwa panen raya hanya dapat dilakukan di perdesaan, sebaiknya berkunjunglah ke Kota Yogyakarta. Di samping budaya kosmopolitan berdasar pada kebudayaan Jawa, Kota Yogyakarta ternyata menyimpan potensi pertanian untuk pariwisata.

“Ke depan, panen raya ini harus dikemas sebagai event budaya dan pariwisata. Jadi, bukan hanya kita saja, tetapi masyarakat dari luar Yogyakarta bisa menghadiri sebuah kegiatan pariwisata yang dinamakan panen raya,” ujar , Camat Umbulharjo Drs H. Marzuki. Kamis, (11/10/2018), saat panen raya padi sawah di Wirosaban, Sorosutan, Umbulharjo.

Ia mengatakan, panen raya bukan sekadar seremonial ekonomi, tapi dibarengi dengan peningkatan dari segi kualitas produk yang dipanen.

 

“Karena, di wilayah Kota Yogyakarta yang tidak terlalu besar ini, kita tidak lagi bicara kuantitas, tetapi bicara kualitas dari panen raya itu,” ucap Camat Umbulharjo.

Dalam rangka peningkatan kualitas, sambungnya, ada tiga aspek yang perlu dikemas dalam panen raya. Pertama, kegiatan ekonomi yang harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kedua, aspek budaya, yakni bisa menjadi tontonan bagi para wisatawan.

Ketiga, aspek religi yang selalu dikaitkan dengan rasa syukur kepada Tuhan atas diberinya kesuburan dan hasil padi berlimpah.

Drs. H. Marzuki mengungkapkan, lahan pertanian Kota Yogyakarta tinggal 56 Ha dari total 3250 Ha wilayah Kota Yogyakarta. Separuhnya berada di wilayah Kecamatan Umbulharjo, yakni 28,4 Ha. Sementara 8 Ha berada di Kelurahan Sorosutan.

Untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Perindagkoptan) terus memberikan pendampingan dengan melakukan penyuluhan kepada kelompok tani di Kota Yogyakarta. Selain itu, membantu penyediaan bibit unggul kepada para petani.

Menurutnya, tinggal lima kecamatan di wilayah Kota Yogyakarta yang memiliki lahan pertanian berupa sawah. Untuk itu, ia menegaskan, Dinas Perindagkoptan harus fokus, sehingga para petani pemilik lahan tertarik untuk terus bercocok tanam di lahan sawah.

Pemerintah Kota Yogyakarta tetap berkomitmen untuk menjaga sawah di wilayah kota Yogyakarta dengan terus mendorong para pemilik lahan agar tetap menjadikan lahan mereka sebagai lahan pertanian dan tidak dialihfungsikan.

Peran TNI, Pada Panen raya yang dilakukan di lahan pertanian kota milik Mangku Hadisasmito, Kepala Dinas Partanian didampingi Dandim 0734 Yogyakarta, Letkol Inf Bram Pramudia S.E, dan warga yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) Ngudi Rukun.

“Kegiatan panen raya ini tidak terlepas dari bantuan TNI yang juga memiliki komitmen sama dalam menjaga ketahanan di bidang pangan. Ada dua hal yang disampaikan oleh Dandim 0734 Yogyakarta bahwa ada proxy war, yakni energi dan pangan. Kalau kita tahan di bidang energi kita tahan di bidang pangan , insya Allah Indonesia ini akan tahan dalam menghadapi situasi global sekarang ini,” pungkasnya.

Related Search

    author